JSIT Karanganyar - UMAT Islam dimananpun berada, berilah perhatian pada nasib PAUD Salimah Kids School yang selama ini menjadi benteng akidah anak-anak dan keluarga Muslim di Dusun Banaran, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawamangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Mengingat sekolah ini masih berstatus pinjam dari seorang warga.
Meski sudah ada warga Gondosuli yang telah memberikan sebagian tanah wakafnya, namun biaya untuk pembangunan gedung tempat belajar mengaja tersebut belum mencukupi. Pemerintah Kabupaten Karanganyar berencana memberi bantuan, namun hingga saat ini belum juga dicairkan. Pemerintah baru sebatas memberi sarana prasana.
Beberapa waktu lalu, Islampos bersama koordinator perwakilan muslim Malaysia mendatangi Desa Gondosuli untuk menyerahkan bantuan berupa uang guna pembangunan Gedung PAUD Salimah Kids School. Hadir dalam serah terima bantuan tersebut: Ketua Yayasan Pimpinan Daerah Salimah Karanganyar Iis Nuryati, S.Pd, didampingi Kepala Sekolah PAUD Salimah Kids School, Tukiyem dan para guru, juga disaksikan Kepala Desa Gondosulu Bapak Pangat.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari saudara kami di Malaysi. Semoga Allah memberi pahala yang berlipat ganda. Insyaallah, uang bantuan itu akan kami gunakan untuk membuat Rumah Al Qur’an di desa ini. Tentu, diperlukan biaya yang besar untuk mendirikan Gedung PAUD Tawang Mangu Karanganyar,” ujar Tukiyem.
Mengingat status sekolah ini merupakan pinjaman dari warga, para pengajar mengaku cemas, jika suatu saat pemiliknya meminta kembali rumahnya. “Mau tidak mau, kami terpaksa harus pindah. Sementara hingga saat ini belum ada gedung penggantinya,” ujar Tukiyem sedih.
Adalah Martono, warga Desa Gondosuli, Kecamatan Tawamangu telah mewakafkan sebidang tanah pekarangan rumahnya seluas +315meter persegi yang terletak di Dusun Gondosuli Kidul Rt 01/RW 04 Desa Gondosuli, Kecamatan Tawamangu kepada perwakilan Ta’mir Masjid se-Desa Gondosuli. Tanah yang diwakafkan tersebut diperuntukkan untuk dibangun Gedung PAUD Salimah Kids School.
Surat pernyataan wakaf tersebut terlampir ditandatangani oleh Ketua Forum Takmir Masjid Mamek Supardi, disaksikan oleh Ketua RT 04 Sali, Ketua RW 04 Supardi dan Kepala Dusun Gondosuli Kidul, Sujarwo, dan diketahui oleh Kepala Desa Gondosuli, Pangat.
Bicara kesejahteraan gaji yang mengajar di sekolah ini, diakui Tukiyem sangat dirasakan kurang. “Untuk gaji bulanan tak cukup. Untuk membeli sabun satu minggu saja tidak cukup. Selama ini kami hanya mengandalkan honor dari SPP anak-anak,” tukas Tukiyem, Kepala Sekolah yang bersahaja ini.
Saat ini ada lima pengajar di PAUD Salimah Kids School. Kelima pengajar ituadalah Tukiyem (Kepala Sekolah), Nurul Fatminingsih, Mimi Supiyah (guru), Dyah Setyorini, Unun Andriati S.Sos. Mereka adalah guru yang ikhlas meski bergaji sangat minim.
Jika ada diantara umat Islam tergerak untuk membentengi akidah di Desa Gondosuli, silahkan salurkan melalui rekening Islampos untuk kemudian sampaikan pada pihak PAUD Salimah Kids School.
Meski sudah ada warga Gondosuli yang telah memberikan sebagian tanah wakafnya, namun biaya untuk pembangunan gedung tempat belajar mengaja tersebut belum mencukupi. Pemerintah Kabupaten Karanganyar berencana memberi bantuan, namun hingga saat ini belum juga dicairkan. Pemerintah baru sebatas memberi sarana prasana.
Beberapa waktu lalu, Islampos bersama koordinator perwakilan muslim Malaysia mendatangi Desa Gondosuli untuk menyerahkan bantuan berupa uang guna pembangunan Gedung PAUD Salimah Kids School. Hadir dalam serah terima bantuan tersebut: Ketua Yayasan Pimpinan Daerah Salimah Karanganyar Iis Nuryati, S.Pd, didampingi Kepala Sekolah PAUD Salimah Kids School, Tukiyem dan para guru, juga disaksikan Kepala Desa Gondosulu Bapak Pangat.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari saudara kami di Malaysi. Semoga Allah memberi pahala yang berlipat ganda. Insyaallah, uang bantuan itu akan kami gunakan untuk membuat Rumah Al Qur’an di desa ini. Tentu, diperlukan biaya yang besar untuk mendirikan Gedung PAUD Tawang Mangu Karanganyar,” ujar Tukiyem.
Mengingat status sekolah ini merupakan pinjaman dari warga, para pengajar mengaku cemas, jika suatu saat pemiliknya meminta kembali rumahnya. “Mau tidak mau, kami terpaksa harus pindah. Sementara hingga saat ini belum ada gedung penggantinya,” ujar Tukiyem sedih.
Adalah Martono, warga Desa Gondosuli, Kecamatan Tawamangu telah mewakafkan sebidang tanah pekarangan rumahnya seluas +315meter persegi yang terletak di Dusun Gondosuli Kidul Rt 01/RW 04 Desa Gondosuli, Kecamatan Tawamangu kepada perwakilan Ta’mir Masjid se-Desa Gondosuli. Tanah yang diwakafkan tersebut diperuntukkan untuk dibangun Gedung PAUD Salimah Kids School.
Surat pernyataan wakaf tersebut terlampir ditandatangani oleh Ketua Forum Takmir Masjid Mamek Supardi, disaksikan oleh Ketua RT 04 Sali, Ketua RW 04 Supardi dan Kepala Dusun Gondosuli Kidul, Sujarwo, dan diketahui oleh Kepala Desa Gondosuli, Pangat.
Bicara kesejahteraan gaji yang mengajar di sekolah ini, diakui Tukiyem sangat dirasakan kurang. “Untuk gaji bulanan tak cukup. Untuk membeli sabun satu minggu saja tidak cukup. Selama ini kami hanya mengandalkan honor dari SPP anak-anak,” tukas Tukiyem, Kepala Sekolah yang bersahaja ini.
Saat ini ada lima pengajar di PAUD Salimah Kids School. Kelima pengajar ituadalah Tukiyem (Kepala Sekolah), Nurul Fatminingsih, Mimi Supiyah (guru), Dyah Setyorini, Unun Andriati S.Sos. Mereka adalah guru yang ikhlas meski bergaji sangat minim.
Jika ada diantara umat Islam tergerak untuk membentengi akidah di Desa Gondosuli, silahkan salurkan melalui rekening Islampos untuk kemudian sampaikan pada pihak PAUD Salimah Kids School.


