Total Pageviews

Powered by Blogger.

Tentang Kami

JSIT adalah singkatan dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu yang merupakan organisasi Sekolah Islam Terpadu di seluruh Indonesia. Melalui organisasi ini, Elemen Sekolah dan Guru Sekolah Islam Terpadu melakukan komunikasi dan koordinasi untuk senantiasa meningkatkan kualitas belajar mengajar demi untuk meningkatkan kemajuan pendidikan Bangsa dan Negara.

Popular Posts

Video Of Day

Kritik dan Saran

Name

Email *

Message *

[5] [Kegiatan] [slider-top-big] [Slider Top]
You are here: Home / Syurga Hanya untuk Orang Bertakwa

Syurga Hanya untuk Orang Bertakwa


Syurga Hanya untuk Orang Bertakwa


JSIT Karanganyar - SYURGA yang dengan keindahannya banyak disebutkan dalam Al-Qur’an. Membuat umat Muslim tidak seorang pun yang tidak ingin masuk kepada tempat yang istimewa itu. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang menginginkan pilihannya untuk masuk neraka. Jelaslah mereka yang menginginkan hal itu, akan tetap berusaha untuk mencapainya.

Syurga ialah suatu tempat kediaman yang berada di alam akhirat yang tempat itu diliputi oleh berbagai kenikmatan dan kebahagiaan yang belum pernah seorang hamba Allah SWT melihat, mendengar, dan menikmatinya saat hidup di dunia.
Dan ketahuilah bahwa surga dipersapkan bagi hamba-Nya yang bertakwa semasa hidup di dunia, begitu juga bagi hamba-Nya yang beriman dan senantiasa beramal shaleh. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT, “Dan (pada hari itu) syurga di dekatkan kepada orang-orang yang bertakwa,” (QS. Asy-Syu’araa).

Dalam Al-Qur’an pun disebutkan pula bahwa luasnya surga itu seluas hamparan langit dan bumi (alam semesta ini) dan syurga itu di sediakan untuk orang yang bertakwa.
Al-Qur’an pun memberi banyak nama pada tempat syurga diantaranya:

1. Jannatul Ma’wa (Taman tempat kembali)
2. Janatu ‘Adn (Taman sebagai tempat tinggal yang kekal)
3. Darul Khulud (Tempat yang kekal)
4. Firdaus ( Paradiso)
5. Darus Salam (Tempat kesejahteraan)
6. Darul Maqomah (Tempat ketenangan)
7. Janatun Naim (Taman-taman kenikmatan)
8. Maqom Amin (Kedudukan santosa)

Perkara yang gaib wajib kita imani pula, terutama perkara meyakini adanya syurga neraka. Perkara yang sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh panca indra dan tidak bisa dicapai oleh akal biasa, dengan kita meyakini adanya alam yang akan kita capai akan membuat kita dapat mempersiapkan untuk mencapai apa yang kita pilih.

Sumber: Buku Aqidah/Ade Miftah&Deden Zaenal/Yayasan Al-Qudsiyah