Total Pageviews

Powered by Blogger.

Tentang Kami

JSIT adalah singkatan dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu yang merupakan organisasi Sekolah Islam Terpadu di seluruh Indonesia. Melalui organisasi ini, Elemen Sekolah dan Guru Sekolah Islam Terpadu melakukan komunikasi dan koordinasi untuk senantiasa meningkatkan kualitas belajar mengajar demi untuk meningkatkan kemajuan pendidikan Bangsa dan Negara.

Popular Posts

Video Of Day

Kritik dan Saran

Name

Email *

Message *

[5] [Kegiatan] [slider-top-big] [Slider Top]
You are here: Home / Ajarkan Anak Buat Sarapan Sendiri

Ajarkan Anak Buat Sarapan Sendiri


JSIT Karanganyar -  Sarapan? Tentu saja setiap anak harus mengonsumsinya setiap pagi. Tapi, kapan anak bisa membuat sarapan sendiri? Sebenarnya, pada usia 4 atau 5 tahun, ia bisa mencampur semangkuk sereal dengan susu dingin, mengoleskan mentega pada roti dan menaburkan meisjes (cokelat tabur), atau mengoleskan selai pada rotinya.

Pada awalnya, akan berantakan. Namun, lama kelamaan anak akan mahir juga, kok. Bila ia ingin rotinya dipanggang, Anda perlu membantunya. Biarkan dia melihat bagaimana cara roti dimasukkan dalam pemanggang roti atau microwave, berapa lama proses pemanggangan, dan bagaimana caranya mengambil roti. Jika ia sudah piawai melakukannya nanti, tetap diawasi, ya, Ma!

Setelah usia 10 tahun, anak sudah bisa meraih berbagai peranti dapur dan mengerti permukaan mana yang panas atau beruap sehingga bisa membuatnya terluka. Ia juga sudah bisa diajak mengobrol tentang pilihan sarapan yang oke. Berapa banyak bahan yang harus disiapkan? Cukupkah sepiring nasi untuk nasi goreng? Nah, Anda ingin anak asyik kutak-katik atau membantu Anda menyiapkan sarapan di dapur? Ini kiatnya:

1. Ciptakan dapur yang kid-friendly.
Letakkan wajan atau panci ditempat yang cukup rendah dan mudah diraihnya. Jadi, ia bisa mudah mengambil dan mengembalikannya lagi. Dan, taruh benda benda yang berbahaya di luar jangkauannya. Bila perlu, atur ulang laci dan rak.

2. Libatkan dalam persiapan. 
Ajaklah anak berbelanja berbagai kebutuhan untuk membuat sarapan. Bila perlu, libatkan dia dalam membuat menu sarapan dalam seminggu. Saat berbelanja, anak bisa membantu mengambilkan berbagai bahan makanan, seperti buah untuk dibuat jus, selai kacang favoritnya, roti, dll. Selain itu, sediakan peranti khusus ukuran anak. Misalnya, talenan kecil, parutan kecil, atau pisau (ukuran sesuai usia anak). Siapkan semua peranti yang diperlukan dan jelaskan apa yang harus dilakukannya.

3. Supervise, supervise, supervise.
Begitu anak terlihat tertarik memasak, mulailah dengan hal-hal yang sederhana dan selalu mengawasinya untuk menghindari terjadinya luka dan kecelakaan. Misalnya, ia senang mengaduk, ajarkan bagaimana caranya mengaduk adonan pancake dalam mangkuk pada permukaan meja dapur. Nantinya, ajarkan bagaimana cara menggunakan kompor atau microwave serta mengaduk sesuatu di atas kompor. Tentu saja, Anda harus tetap berada di dekatnya.

4. Pilih menu yang bervariasi. 
Agar tidak cepat bosan, rencanakan menu sarapan yang bervariasi. Misalnya, Sabtu = nasi goreng, Minggu = sandwich, dll. Jika perlu, carilah buku resep aneka menu sarapan. Seru, kan?