Imam Hakim Rahmatullah ‘alaih meriwayatkan dari Sayyidina
Buraidah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda, “Siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya,
maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya
matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak
pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah
ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari
Al-Qur’an”. Betapa dahsyatnya pahala yang kita peroleh saat anak-anak
kita mau belajar membaca Al-Qur’an. Oleh karena itu anak-anak mulai dijarkan
membaca Al- Qu’an sejak dini agar kelak saat dewasa tetap mengamalkan isi
kandungan Al-Qur’an tersebut.
Dalam hadits lain
diterangkan bahwa, disunnahkan untuk mendengarkan
bacaan Al-Qur`an, meminta orang yang hafal untuk membacanya, menangis ketika
membaca dan mendengarnya, serta mentadabburi kandungannya. Semua ini dipetik
dari hadits Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu bahwa dia berkata: “Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Bacakanlah Al-Qur’an kepadaku!
Aku berkata; Bagaimana aku membacakan kepadamu, padahal Al-Qur’an diturunkan
kepadamu? Beliau menjawab: “Sesungguhnya aku suka mendengarkannya dari orang
lain.” Lalu aku membacakan kepada beliau surat An Nisa` hingga tatkala sampai
ayat, “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan
seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu
(Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu.” (QS. An Nisa`: 41).” Beliau berkata,
‘Cukup.’ Dan ternyata beliau mencucurkan air mata (menangis).” (HR. Al-Bukhari
no. 4216 dan Muslim no. 1332). Begitu banyak
keutamaan membaca dan menghafal Al-Quran, tapi karena kesibukan dunia dan
segala pesonanya yang menggoda, membuat kita jadi malas melakukannya, karena
itu mulai sekarang, ajak keluarga kita untuk meluangkan waktu membaca dan menghafal
Al-Quran agar hidup kita bahagia di dunia dan di akhirat.


