Total Pageviews

Powered by Blogger.

Tentang Kami

JSIT adalah singkatan dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu yang merupakan organisasi Sekolah Islam Terpadu di seluruh Indonesia. Melalui organisasi ini, Elemen Sekolah dan Guru Sekolah Islam Terpadu melakukan komunikasi dan koordinasi untuk senantiasa meningkatkan kualitas belajar mengajar demi untuk meningkatkan kemajuan pendidikan Bangsa dan Negara.

Popular Posts

Video Of Day

Kritik dan Saran

Name

Email *

Message *

[5] [Kegiatan] [slider-top-big] [Slider Top]
You are here: Home / , , Manfaat Ekskul Karate di SDIT Mutiara Hati

Manfaat Ekskul Karate di SDIT Mutiara Hati


Kegiatan Ekskul (Ekstra Kurikuler) di sekolah sangat banyak manfaatnya. Seperti di SDIT Mutiara Hati mempunyai salah satu kegiatan ekskulnya adalah Karate. Berlatih Karate di usia dini memanglah sangat diperlukan agar anak-anak dapat menjaga dirinya dari berbagai bahaya. Saat belajar bela diri anak akan mendapat banyak sekali manfaat bagi fisiknya. Yang pertama adalah koordinasi otot-otot di tubuhnya. Ini paling mudah dilatih saat masih usia muda. Lalu keseimbangan, yang jelas-jelas berguna pula buat kesehatan (postur tubuh yang seimbang dan benar saat beraktivitas dapat mengurangi resiko penyakit). Yang terpenting dalam bela diri adalah kecepatan, akurasi, dan  kekuatan. Berikutnya lagi adalah stamina dan ketahanan.

Tetapi keunggulan bela diri secara fisik lebih baik dibanding dengan olahraga lain yang juga punya manfaat fisik. Karena, Anak-anak akan dapat membela dirinya tanpa membutuhkan bantuaan dari orang lain. Dan itu merupakan salah satu manfaat Karate bagi fisik dan mental anak. Kemudian murid akan mendapat pendidikan budi pekerti. Ini adalah pelajaran emosional untuk anak yang harus ditanamkan sejak dini. Memang agak kontradiktif, saat latihan diajarkan cara memukul yang benar, namun setelah itu diajarkan untuk tidak boleh memukul (sembarangan). Dalam bela diri anak diajarkan untuk bisa membela diri saat dalam posisi lemah dan bisa menjadi pelindung saat dalam posisi kuat.

Rasa percaya diri mereka telah dilatih untuk mengetahui ancaman konflik dan menghadapinya dengan efektif dan efisien (dalam bela diri selalu diajarkan untuk melumpuhkan penyerang sementara, agar cukup punya waktu untuk pergi menghindari konflik berkepanjangan, bukan diajarkan untuk menghajar habis-habisan musuh). Anak juga akan dilatih disiplin, terhadap lingkungan, ketenangan dalam menghadapi masalah, kecepatan mengambil keputusan, serta fokus dan penuh perhatian dalam mengambil tindakan.

Selanjutnya anak akan diajarkan bersosial bahwa saat mereka dalam posisi lemah maka mereka harus bisa membela diri, sedangkan saat dalam posisi kuat mereka harus bisa menjadi pelindung bagi yang lemah. Anak juga diajari berempati dan berbuat lembut, serius. Misalnya, saat berlatih membanting teman berlatih maka mereka akan dilatih untuk menjaga agar teman berlatih tidak cedera. Dalam beberapa bela diri, konsep ini bahkan dibawa sampai saat berhadapan dengan lawan sesungguhnya.

Tujuannya bukan untuk mencederai lawan, namun hanya melumpuhkan serangannya dan menyadarkannya. Selain itu, anak juga diajari untuk memiliki rasa hormat, tidak hanya pada guru dan teman seperguruan, namun juga pada lawan. Serta dalam beladiri anak diajarkan juga konsep pertemanan sebab lebih baik mempunyai 1000 teman daripada 1 musuh. Dan dari kegiatan tersebut kelak anak dapat menjadi pribadi yang tangguh, cerdas, sopan dan berwibawa.