Setiap Tanggung jawab itu tidak dengan sendirinya ada dalam diri setiap
anak atau setiap orang. Anak-anak sebetulnya lahir tanpa mempunyai kesadaran
akan tanggung jawabnya, jadi merupakan tugas orangtua dan guru untuk
menumbuhkan rasa tanggung jawab tersebut. Perlahan-lahan kita harus melatih
atau menanamkan rasa tanggung jawab pada si anak sehingga pada akhirnya si anak
akan melepaskan diri dari ketergantungan orangtua atau gurunya dengan mulai
melakukan yang dia harus lakukan dari dirinya sendiri. Dalam hal melatih tanggung jawab anak, bentuk-bentuk yang
bisa diberikan oleh orang tua ataupun guru adalah :
- Anak diberi wawasan bahwa mereka memiliki kemampuan atau merawat dirinya secara jasmani.
- Arahkan bahwa tanggung jawab mereka dapat dikembangkan dari tubuh secara jasmani ke barang-barang milik si anak.
- Disaat menginjak usia remaja kita juga akan menanamkan tanggung jawab untuk hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan emosionalnya.
Maka dari itu kita harus mengawasi dan membimbing setiap
tingkah anak-anak agar mereka tahu akan tanggung jawab mereka. Walaupun ia masih
kecil kita wajib untuk membimbingnya secara perlahan agar saat desawa nanti ia
akan selalu mengingat tanggung jawab yang sudah diberikan kepada mereka. Apabila mereka berhasil untuk
melaksanakan kewajiban dari tanggung jawabnya maka orangtua, guru, dan
masyarakat pun akan bangga. Seperti dalam Hadits berikut :
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya
kecuali tiga perkara yaitu : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau do’a
anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631).
Maka beruntunglah orang tua yang mempunyai anak sholeh yang
tau akan kewajiban dari setiap tanggung jawabnya. Serta kita sebagai guru juga
akan sangat bangga karena didikan kita dapat bermanfaat bagi si anak.
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ
الصَّالِحِينَ
#ekstrakurikuler #lifeskill #umbah-umbah #nyucisepatu


