Total Pageviews

Powered by Blogger.

Tentang Kami

JSIT adalah singkatan dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu yang merupakan organisasi Sekolah Islam Terpadu di seluruh Indonesia. Melalui organisasi ini, Elemen Sekolah dan Guru Sekolah Islam Terpadu melakukan komunikasi dan koordinasi untuk senantiasa meningkatkan kualitas belajar mengajar demi untuk meningkatkan kemajuan pendidikan Bangsa dan Negara.

Popular Posts

Video Of Day

Kritik dan Saran

Name

Email *

Message *

[5] [Kegiatan] [slider-top-big] [Slider Top]
You are here: Home / , Seni Itu Indah

Seni Itu Indah


Seni merupakan hasil dari akspresi dan kreativitas manusia yang didalamnya mengandung unsur keindahan. Maka dari itu kita sebaiknya mengajarkan anak-anak untuk belajar seni karena banyak manfaatnya. Beberapa ahli ilmu jiwa (psikologi) maupun dikalangan cendikiawan pendidikan disebutkan bahwa seni itu dimiliki semua orang, termasuk anak kecil sekalipun. Dan tak dapat dipungkiri seni selalu ada disekitar kita. Karena itu, ada baiknya Anda menggunakan seni untuk perkembangan kecerdasan anak-anak. Berikut ini sejumlah manfaat bila anak belajar seni :


  1. Anak jadi lebih mudah menyerap masukan dan saran yang diberikan.
  2. Kepekaan terhadap alam menjadi lebih baik karena terbiasa membuat sesuatu yang indah.
  3. Memberikan kesenangan dan dapat membantu buah hati mempelajari berbagai ketrampilan yang perlu dikuasai, atau sesuatu dengan bakat mereka.
  4. Membantu anak mengekspresikan dan mengembangkan kreatifitasnya dengan bebas.
  5. Anak mampu mengendalikan emosi, perasaan sedih atau senang. Emosi itu dapat di curahkan melalui karya seni yang mereka hasilkan.
  6. Imajinasi anak bisa berkembang lewat karya yang dihasilkan.
  7. Membangun perasaan pada anak dan memberi banyak pengalaman seni kreatif.
  8. Apresiasi mereka terhadap keindahan akan tumbuh dan berkembang dalam dirinya. Kalau kepekaan itu sudah tumbuh, anak bisa menghasilkan karya yang bagus.
  9. Pendidikan seni bisa memberi pengaruh positif dalam hal persepsi emosi anak.

Dalam proses karya seni, pikiran dan perasaan anak aktif  bahkan pikiran anak bercampur dengan perasaanya. Anak pada usia dini belum dapat membedakan makna befikir dengan merasakan, semua masih menyatu dalam kegiatan bersifat refleksi. Alam pikiran dan perasaan anak ini terungkap dalam karya seni rupa anak. Proses komunikasi yang terjadi ketika anak menggambar sebenarnya adalah komunikasi intrapersonal yang egois semua kejadian ingin disatukan dalam gambar anak. Komunikasi ini sebagai bahasa rupa (visual), dimana angan dan pkiran diungkapkan lewat bentuk-bentuk. Bisa saja gambar tesebut menjadi suatu bentuk yang tidak kelihatan karena proses yang tidak terkendali.