Tadabbur Alam merupakan sarana pembelajaran untuk lebih
mengenal betapa Maha Besar Allah SWT yang telah menciptakan langit dan bumi
serta segala isinya. Dengan begitu terbentuklah sebuah 'character building' sehingga
bertambahlah kadar keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Allah ta'ala
berfirman dalam Q.S. Al-Ghasiyah ayat 17-21, yang artinya : "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia
diciptakan (17). Dan langit bagaimana ia ditinggikan? (18). Dan gunung-gunung
bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? (19). Maka berilah
peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan
(21)."
Oleh karena itu, jika kita menilik alam semesta sebagai
sarana pembelajaran dengan melakukan observasi secara langsung maupun tidak,
dengan mengenal Allah Azza wa Jalla melalui ciptaan-Nya. Di alam semesta ini
pastilah kita dapat menemukan berbagai tumbuhan, binatang-binatang dan makhluk
hidup lainnya. Maka dari itu kita sebagai orang yang beriman seharusnya
mampu memahami tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan Allah SWT tersebut. Ia
mengetahui bahwa semua ini diciptakan tidak dengan sia-sia, dan ia mampu
memahami kekuasaan dan kesempurnaan ciptaan Allah di segala penjuru manapun.
Pemahaman ini pada akhirnya menghantarkannya pada penyerahan diri, ketundukan
dan rasa takut kepada-Nya. Dalam Al Qur'an dinyatakan bahwa orang yang tidak
beriman adalah mereka yang tidak mengenali atau tidak menaruh kepedulian akan
ayat atau tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah di alam semesta
ciptaan-Nya. Jadi ketika manusia mulai berpikir tidak hanya menggunakan
akal, akan tetapi juga dengan hati mereka, dan kemudian bertanya pada diri
mereka sendiri pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana", maka
mereka akan sampai pada pemahaman bahwa seluruh alam semesta ini adalah bukti
keberadaan dan kekuasaan Allah SWT.


