Total Pageviews

Powered by Blogger.

Tentang Kami

JSIT adalah singkatan dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu yang merupakan organisasi Sekolah Islam Terpadu di seluruh Indonesia. Melalui organisasi ini, Elemen Sekolah dan Guru Sekolah Islam Terpadu melakukan komunikasi dan koordinasi untuk senantiasa meningkatkan kualitas belajar mengajar demi untuk meningkatkan kemajuan pendidikan Bangsa dan Negara.

Popular Posts

Video Of Day

Kritik dan Saran

Name

Email *

Message *

[5] [Kegiatan] [slider-top-big] [Slider Top]
You are here: Home / , Tadabbur Alam Meningkatkan Keimanan

Tadabbur Alam Meningkatkan Keimanan


Tadabbur Alam merupakan sarana pembelajaran untuk lebih mengenal betapa Maha Besar Allah SWT yang telah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya. Dengan begitu terbentuklah sebuah 'character building' sehingga bertambahlah kadar keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Allah ta'ala berfirman dalam Q.S. Al-Ghasiyah ayat 17-21, yang artinya : "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan (17). Dan langit bagaimana ia ditinggikan? (18). Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? (19). Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan (21)."

Oleh karena itu, jika kita menilik alam semesta sebagai sarana pembelajaran dengan melakukan observasi secara langsung maupun tidak, dengan mengenal Allah Azza wa Jalla melalui ciptaan-Nya. Di alam semesta ini pastilah kita dapat menemukan berbagai tumbuhan, binatang-binatang dan makhluk hidup lainnya. Maka dari itu kita sebagai orang yang beriman seharusnya mampu memahami tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan Allah SWT tersebut. Ia mengetahui bahwa semua ini diciptakan tidak dengan sia-sia, dan ia mampu memahami kekuasaan dan kesempurnaan ciptaan Allah di segala penjuru manapun.

Pemahaman ini pada akhirnya menghantarkannya pada penyerahan diri, ketundukan dan rasa takut kepada-Nya. Dalam Al Qur'an dinyatakan bahwa orang yang tidak beriman adalah mereka yang tidak mengenali atau tidak menaruh kepedulian akan ayat atau tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah di alam semesta ciptaan-Nya. Jadi ketika manusia mulai berpikir tidak hanya menggunakan akal, akan tetapi juga dengan hati mereka, dan kemudian bertanya pada diri mereka sendiri pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana", maka mereka akan sampai pada pemahaman bahwa seluruh alam semesta ini adalah bukti keberadaan dan kekuasaan Allah SWT.