Dzikir menurut bahasa artinya ingat. Sedangkan dzikir
menurut pengertian syariat adalah mengingat Allah SWT dengan maksud untuk
mendekatkan diri kepada-Nya. Kita diperintahkan untuk berdzikir kepada Allah
untuk selalu mengingat akan kekuasaan dan kebesaran-Nya sehingga kita bisa
terhindar dari penyakit sombong dan takabbur. Seperti dalam firman Allah dalam
Q.S Al-Ahzab : 41, artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut
nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (Q.S. Al-Ahzab : 41)
Selanjutnya diantara keutamaan berdzikir secara umum adalah
sebagaimana dalam firman Allah dalam Q.S Al-Ahzab : 35, artinya:
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan
perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki
dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan
perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan
perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang menjaga kehormatannya, laki-laki
dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk
mereka ampunan dan pahala yang besar.“ (Q.S. Al-Ahzab : 35).
Jadi begitu dahsyatnya orang-orang yang selalu berdzikir
kepada Allah SWT. Selanjutnya dalam berdzikir kita harus mempunyai pikiran
positif agar hati, pikiran dan jiwa saling menyatu. Namun disamping itu
ternyata berpikir positif itu memiliki banyak manfaat bagi kehidupan. Berpikir
positif juga bermanfaat dalam meningkatkan optimisme dan motivasi dalam
kehidupan. Selain itu berpikir positif juga berpengaruh dan bermanfaat terhadap
kesehatan. Berpikir positif terbukti mampu meningkatkan kekebalan dan kesehatan
tubuh.
Para peneliti telah menemukan manfaat yang luar biasa dari
sikap optimis dalam berpikir positif. Temuan tersebut menunjukkan bahwa
berpikir positif tidak hanya mempengaruhi kondisi tubuh agar tetap sehat dan
mengurangi stres, namun berpikir positif mampu menunjukkan pengaruh pada
kondisi seseorang secara keseluruhan sehingga mampu memperpanjang usia
seseorang.
Jika kita sudah bisa membiasakan diri untuk berdzikir dan berpikir
positif maka selanjutnya adalah Ikhtiar. Kata ikhtiar ini diambil dari bahasa
Arab, yakni “ikhtaara” yang artinya
memilih. Sementara dalam bentuk kata kerja, ikhtiar berarti pilihan atau
memilih hal yang baik (khair). Jadi Ikhtiar adalah usaha manusia untuk memenuhi
kebutuhan dalam hidupnya, baik material, spiritual, kesehatan, dan masa
depannya dalam usaha mendapatkan yang terbaik, agar tujuan hidupnya selamat
sejahtera di dunia dan di akhirat.
Maka dari itu kita harus mengetahui bahwa manusia adalah sebagai
hamba Allah yang diperintahkan untuk berusaha, bukan untuk berleha-leha. Sebab,
rahmat Allah turun kepada kita melalui sebab atau usaha yang kita lakukan.
Artinya, kita jangan pernah berputus asa dalam mencari rahmat dan ridha Allah SWT.
Untuk itulah kita harus bekerja keras dalam hal pekerjaan, sekolah, beribadah dan
dalam hal apapun agar hasilnya nanti bermanfaat untuk diri kita dan orang lain.




