Salah satu aktivitas yang kita
ajarkan kepada siswa adalah mengajak mereka berkebun. Meski terkesan kotor,
riset membuktikan bahwa aktivitas berkebun berdampak baik bagi anak. Tujuan
dari kegiatan berkebun adalah untuk menginspirasi anak-anak mengembangkan
hubungan yang sehat antara manusia dengan lingkungannya. Bekerja di kebun akan
mengembangkan pikiran dan tubuh mereka melalui aktivitas fisik, berkebun akan
mengekspos mereka untuk melihat keajaiban alam, dan akan memberikan kesempatan
pada anak-anak untuk bermain kreatif dan spontan.
Selain mengajarkan mencintai
alam, aktivitas luar ruangan seperti ini juga bagus untuk perkembangan fisik
maupun mental siswa. Seperti termuat dalam jurnal Hort Technology, riset pada
2007 membuktikan bahwa berkebun memacu aktivitas fisik siswa sekaligus
meningkatkan kesehatan. Berkebun juga mendorong siswa menjadi lebih aktif.
Maka dari guru bisa memanfaatkan
tanah kebun belakang sekolah untuk kegiatan berkebun. Dalam berkebun mereka
diminta menyelesaikan tugas berkebun, mulai dari menggali, menyangkul,
menyiangi, menanam, menyirami, dan lain-lain. Mereka akan belajar mencampur
tanah dengan pupuk kandang yang di bawa dari rumah. Contohnya mereka bisa menanami
sawi dan dipanen 2 bulan nanti.
Dari beberapa tugas tersebut,
ternyata mempunyai banyak manfaatnya. Khususnya untuk siswa agar tidak mudah
stres karena banyaknya jadwal pelajaran di dalam kelas ataupun les privat. Diantara
dari banyaknya manfaat adalah sebagai berikut :
1. Menumbuhkan kecintaan Siswa
terhadap alam dengan mengenal tanaman dan hewan di lingkungan. Lewat
itu, akan tumbuh rasa empatinya
kepada semua makhluk. Siswa bisa belajar pentingnya menyayangi tanaman hingga
mengetahui cacing yang kecil pun bisa begitu bermanfaat.
2. Membuatnya bergerak
lebih aktif. Maka, libatkan Siswa membantu menanam bibit, memupuk,
dan menyiram tanaman. Saat bergerak
aktif di luar, siswa juga akan mendapat asupan vitamin D dari matahari untuk
memaksimalkan pertumbuhan fisiknya.
3. Belajar memahami proses
pertumbuhan. Siswa bisa melihat bukti, jika pohon yang kurang “minum” atau
“makan” akan tumbuh layu. Dengan itu, guru bisa mengajarkan siswa bahwa tubuh
pun memerlukan makanan dan minuman yang cukup untuk tumbuh besar.
4. Siswa juga bisa mengetahui
proses menanam, memelihara, memetik dan memasaknya menjadi hidangan lezat di
meja makan. Itu semua akan mengasah berbagai keterampilan dan memberinya
pengalaman yang menyenangkan. Apalagi jika siswa diberi kebebasan untuk memilih
tanaman sendiri.
5. Dengan kegiatan menanam
tersebut, Guru pun juga otomatis bisa belajar untuk berkebun dengan benar agar tanaman
dapat tumbuh dengan baik. Selain itu guru pun bisa akan menjamin bahwa tanaman
aman dikonsumsi. Karena, tumbuh tanpa pestisida. Sebaiknya, pilih buah-buahan
dan sayuran yang mudah ditanam, cepat tumbuh, dan dipanen.
Maka dapat disimpulkan bahwa Kegiatan
berkebun adalah aktifitas terbaik untuk perkembangan kognitif anak. Anak-anak
bisa menjadi aktif di alam dan mereka membiarkan kreativitas dan energi mereka
bebas karena mereka merencanakan sebuah taman yang indah. Gerakan kreatif
adalah cara yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan fisik,
energi, merangsang imajinasi dan meningkatkan kreativitas. Berkebun adalah
skill yang sempurna untuk seorang anak memperoleh hidup yang aktif dan sehat.


