Total Pageviews

Powered by Blogger.

Tentang Kami

JSIT adalah singkatan dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu yang merupakan organisasi Sekolah Islam Terpadu di seluruh Indonesia. Melalui organisasi ini, Elemen Sekolah dan Guru Sekolah Islam Terpadu melakukan komunikasi dan koordinasi untuk senantiasa meningkatkan kualitas belajar mengajar demi untuk meningkatkan kemajuan pendidikan Bangsa dan Negara.

Popular Posts

Video Of Day

Kritik dan Saran

Name

Email *

Message *

[5] [Kegiatan] [slider-top-big] [Slider Top]
You are here: Home / , Memanfaatkan Kebun Belakang Sekolah Untuk Sarana Belajar

Memanfaatkan Kebun Belakang Sekolah Untuk Sarana Belajar


Salah satu aktivitas yang kita ajarkan kepada siswa adalah mengajak mereka berkebun. Meski terkesan kotor, riset membuktikan bahwa aktivitas berkebun berdampak baik bagi anak. Tujuan dari kegiatan berkebun adalah untuk menginspirasi anak-anak mengembangkan hubungan yang sehat antara manusia dengan lingkungannya. Bekerja di kebun akan mengembangkan pikiran dan tubuh mereka melalui aktivitas fisik, berkebun akan mengekspos mereka untuk melihat keajaiban alam, dan akan memberikan kesempatan pada anak-anak untuk bermain kreatif dan spontan.

Selain mengajarkan mencintai alam, aktivitas luar ruangan seperti ini juga bagus untuk perkembangan fisik maupun mental siswa. Seperti termuat dalam jurnal Hort Technology, riset pada 2007 membuktikan bahwa berkebun memacu aktivitas fisik siswa sekaligus meningkatkan kesehatan. Berkebun juga mendorong siswa menjadi lebih aktif.

Maka dari guru bisa memanfaatkan tanah kebun belakang sekolah untuk kegiatan berkebun. Dalam berkebun mereka diminta menyelesaikan tugas berkebun, mulai dari menggali, menyangkul, menyiangi, menanam, menyirami, dan lain-lain. Mereka akan belajar mencampur tanah dengan pupuk kandang yang di bawa dari rumah. Contohnya mereka bisa menanami sawi dan dipanen 2 bulan nanti.

Dari beberapa tugas tersebut, ternyata mempunyai banyak manfaatnya. Khususnya untuk siswa agar tidak mudah stres karena banyaknya jadwal pelajaran di dalam kelas ataupun les privat. Diantara dari banyaknya manfaat adalah sebagai berikut :

1. Menumbuhkan kecintaan Siswa terhadap alam dengan mengenal tanaman dan hewan di lingkungan.  Lewat  itu,  akan tumbuh rasa empatinya kepada semua makhluk. Siswa bisa belajar pentingnya menyayangi tanaman hingga mengetahui cacing yang kecil pun bisa begitu bermanfaat.

2. Membuatnya   bergerak  lebih aktif. Maka, libatkan Siswa membantu menanam bibit, memupuk, dan  menyiram tanaman. Saat bergerak aktif di luar, siswa juga akan mendapat asupan vitamin D dari matahari untuk memaksimalkan pertumbuhan fisiknya.

3. Belajar memahami proses pertumbuhan. Siswa bisa melihat bukti, jika pohon yang kurang “minum” atau “makan” akan tumbuh layu. Dengan itu, guru bisa mengajarkan siswa bahwa tubuh pun memerlukan makanan dan minuman yang cukup untuk tumbuh besar.

4. Siswa juga bisa mengetahui proses menanam, memelihara, memetik dan memasaknya menjadi hidangan lezat di meja makan. Itu semua akan mengasah berbagai keterampilan dan memberinya pengalaman yang menyenangkan. Apalagi jika siswa diberi kebebasan untuk memilih tanaman sendiri.

5. Dengan kegiatan menanam tersebut, Guru pun juga otomatis bisa belajar untuk berkebun dengan benar agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Selain itu guru pun bisa akan menjamin bahwa tanaman aman dikonsumsi. Karena, tumbuh tanpa pestisida. Sebaiknya, pilih buah-buahan dan sayuran yang mudah ditanam, cepat tumbuh, dan dipanen.

Maka dapat disimpulkan bahwa Kegiatan berkebun adalah aktifitas terbaik untuk perkembangan kognitif anak. Anak-anak bisa menjadi aktif di alam dan mereka membiarkan kreativitas dan energi mereka bebas karena mereka merencanakan sebuah taman yang indah. Gerakan kreatif adalah cara yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan fisik, energi, merangsang imajinasi dan meningkatkan kreativitas. Berkebun adalah skill yang sempurna untuk seorang anak memperoleh hidup yang aktif dan sehat.