Total Pageviews

Powered by Blogger.

Tentang Kami

JSIT adalah singkatan dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu yang merupakan organisasi Sekolah Islam Terpadu di seluruh Indonesia. Melalui organisasi ini, Elemen Sekolah dan Guru Sekolah Islam Terpadu melakukan komunikasi dan koordinasi untuk senantiasa meningkatkan kualitas belajar mengajar demi untuk meningkatkan kemajuan pendidikan Bangsa dan Negara.

Popular Posts

Video Of Day

Kritik dan Saran

Name

Email *

Message *

[5] [Kegiatan] [slider-top-big] [Slider Top]
You are here: Home / , Memupuk Kreativitas Belajar

Memupuk Kreativitas Belajar


Kreativitas belajar terdiri dari dua kata yaitu kreativitas dan belajar, dalam pengertian kreativitas beberapa ahli berpendapat dengan berdasarkan latar belakang dan kebudayaan yang berbeda-beda, salah satunya adalah James R. Evans mendefinisikan kreativitas sebagai ketrampilan untuk menentukan pertalian baru, melihat subyek dari perspektif baru dan membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang telah tercetak dalam pikiran.

Dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah hasil sebuah latihan yang unik, berbeda, dan lebih baik serta bermanfaat. Sedangkan belajar diartikan sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.


Maka dalam memupuk kreativitas belajar siswa, seorang Guru atau pengajar harus menghargai berbagai hasil kreasi dari setiap siswa dan bersikap terbuka terhadap inovasi mereka. Selanjutnya mengakui dan menghargai adanya perbedaan individual masing-masing siswa. Lalu bersikap menerima dan menunjang anak dan  menyediakan pengalaman mengajar yang berdiferensisasi. Memberikan struktur dalam mengajar sehingga anak tidak merasa ragu-ragu tetapi di lain pihak cukup luwes sehingga tidak menghambat pemikiran, sikap dan perilaku kreatif siswa. Dan setiap siswa ikut mengambil bagian dalam merencanakan pekerjaan sendiri dan pekerjaan kelompok serta tidak bersikap sebagai tokoh yang “sok tahu” tetapi menyadari keterbatasan dirinya masing-masing.