Kreativitas belajar terdiri dari dua kata yaitu kreativitas
dan belajar, dalam pengertian kreativitas beberapa ahli berpendapat dengan
berdasarkan latar belakang dan kebudayaan yang berbeda-beda, salah satunya adalah
James R. Evans mendefinisikan kreativitas sebagai ketrampilan untuk menentukan
pertalian baru, melihat subyek dari perspektif baru dan membentuk
kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang telah tercetak dalam
pikiran.
Dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa
kreativitas adalah hasil sebuah latihan yang unik, berbeda, dan lebih baik
serta bermanfaat. Sedangkan belajar diartikan sebagai suatu proses usaha yang dilakukan
individu untuk memperoleh tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil
pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.
Maka dalam memupuk kreativitas belajar siswa, seorang Guru atau
pengajar harus menghargai berbagai hasil kreasi dari setiap siswa dan bersikap
terbuka terhadap inovasi mereka. Selanjutnya mengakui dan menghargai adanya
perbedaan individual masing-masing siswa. Lalu bersikap menerima dan menunjang
anak dan menyediakan pengalaman mengajar
yang berdiferensisasi. Memberikan struktur dalam mengajar sehingga anak tidak merasa
ragu-ragu tetapi di lain pihak cukup luwes sehingga tidak menghambat pemikiran,
sikap dan perilaku kreatif siswa. Dan setiap siswa ikut mengambil bagian dalam
merencanakan pekerjaan sendiri dan pekerjaan kelompok serta tidak bersikap
sebagai tokoh yang “sok tahu” tetapi menyadari keterbatasan dirinya
masing-masing.



